Rabu, 26 Oktober 2016

Ulasan Pengajian Al-Hikam

Oleh: Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf
Hari/Tanggal: Jum'at 20 Muharrom 1438 H / 21 Oktober 2016 M
وصولك الى الله وصولك الى العلم به وإلا فجل ربنا أن يتصل به أو يتصل هو بشيء
"Sampai nya engkau kepada Allah yaitu sampai nya engkau kepada ilmu yakin karena maha suci Allah untuk di sambung maupun menyambung dengan sesuatu."
- Yang di maksud sampai nya seseorang kepada Allah yaitu sempurnanya kema'rifatannya kepada Allah,dan bisa disebut juga dengan nama ILMU YAKIN.
- Dan bukanlah sampainya kita kepada allah seperti halnya kita sampai dari sesuatu kepada sesuatu yang lain(tempat),karna Allah tidak bisa di sifati dengan tempat.
- Seseorang akan senantiasa bertambah derajatnya, bertambah Imannya, sehingga pada akhirnya seseorang itu mencapai pada tahapan bahwa dia merasa melihat Allah atau merasa dilihat dan di awasi oleh Allah, dan hal ini disebut juga dengan maqom الإحسان sebagaimana dalam sabda Nabi.
- Ahlussunnah mempunyai pendapat dan pegangan serta keyakinan bahwa Allah akan bisa di lihat oleh penduduk surga.
- Pada hakekatnya perjalanan bertambahnya maqom seseorang itu tidak ada batasnya, karena sesungguhnya maqom-maqom itu tidak ada batasnya. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri hingga saat ini senantiasa terus bertambah maqomnya.
- Maqom-maqom yang tidak ada batasnya itu jika di bandingkan dengan umur Akherat yang tidak ada batas nya itu maka maqom-maqom itu jauh lebih tidak ada batasnya.
- Terbukti pada zaman Assyeikh Abdul Qodir Al-Jailani (Sulthanul Auliya'), Beliau adalah pimpinan para Wali pada zaman itu, pada suatu hari Beliau bertemu dengan seorang Wanita yang sedang melakukan Thawaf dengan menggunakan satu kaki saja, hingga mendorong Beliau untuk menanyakan hal itu. Maka setelah ditanya, Wanita itu menjawab "Sesungguhnya aku berangkat dari kota Iraq sengaja meninggalkan sebelah kakiku disana demi kasihan agar tidak sampai membangunkan anakku yang sedang tidur di pangkuanku." maka Syeikh Abdul Qodir membuka Diwan Al-Auliya' (buku yang mencantumkan seluruh nama-nama wali dengan maksud barangkali nama Wanita ini ada didalamnya), ternyata setelah dilihat Nama Wanita itu tidak ditemukan, maka Wanita itu berkata "Sesunggunya namaku sudah tidak tercantum lagi didalam buku itu (artinya berarti maqom Wanita itu lebih tinggi daripada Wali-wali yang ada dalam buku itu sehingga Syekh Abdul Qodir pun tidak mengetahuinya), maka setelah mengetahui akan hal itu, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani berkata :
إن لله من ولي وولية
Artinya ; "Sesungguhnya Allah mempunyai Wali-Wali (meliputi) Laki-laki dan Perempuan."
- Derajat seseorang disisi Allah ada yang dijuluki dengan orang-orang Muqorrobin, ada juga yang dijuluki dengan orang-orang Ashabul Yamin. Muroqobah(mengawasi diri)nya orang-orang Muqorrobin itu dengan dasar karena takut kepada Allah, sedangkan Muroqobahnya orang-orang Ashabul Yamin dengan dasar karena rasa malu yang amat besar kepada Allah SWT.

Wallahu A'lam bi As-Shawab.
Mudah-mudahan bermanfaat.
NB : Lebih lengkapnya bisa anda lihat di siaran ulang streaming pengajiannya di youtube
buka : youtube ---- darul ihya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar