TUJUH LAPISAN PERHITUNGAN DIRI
Allah SWT berfirman :
"DEMI JIWA SERTA PENYEMPURNAANNYA, MAKA ALLAH MENGILHAMKAN KEPADA JIWA ITU DUA JALAN KEFASIKAN DAN KETAKWAAN.
(QS. Asy'Syams 7-8)
SESUNGGUHNYA TELAH KAMI TUNJUKKAN JALAN YANG LURUS, ADA YANG BERSYUKUR DAN ADA PULA YANG KUFUR"
(QS. Al-insaan 3 )
Wahai JIWA yang selalu menyesali...
Wahai JIWA yang terombang ambing dalam pertanyaan,,,
LANGIT dunia mungkin tak pernah bicara, Namun AWAN-AWAN putih hitam kelabu silih berganti MEMERAH,,,
Kadang jingga atau biru pelangi, dan burung-burung yang terbang menyatu, tak ubahnya bagai barisan kalimat panjang, rapi bersusun memenuhi halaman tak bertepi, berlembar-lembar tak terhitung jumlahnya...
Tanda tanda kekuasaan Tuhanpun telah dipalingkan, Didalam kitab ALAM AZALI tertulis semua lembaran yang terjaga, dalam LAUHIL MAHFUZH.
menjadi misteri angka-angka, tak mesti dipertanyakan alasan dan mekanisme kerjanya.
Tuhan memang suka bercengkerama tentang angka-angka.
Pasti di sana ada hikmah dan perhitungan.
Pasti segalanya ada perhitungan.
Apakah Mungkin itulah cara Dia mengajar..?
dan agar manusia gemar belajar,?
berhitung dan menimbang,?
mengukur serta menakar.?
Menghitung diri, dalam muhasabah.?
Tujuh keajaiban alam silih berganti dituliskan,
tujuh rongga dalam tubuh manusia mengirim berbaris-baris pesan, bahwa telah dititipkannya tujuh isyarat kehidupan.
Penyingkapan misterinya mungkin akan mengantarkan jiwa hina menembus tujuh langit, datang kepada Sang Kausa Prima, sebab dari segala sebab alam semesta, Tuhan di atas 'arasy nan mulia.
"Tujuh rongga, telinga, mulut, dan lubang hidung, serta merta mata",
amanat besar sudah terlanjur dipikul, tangga-tangga jalan akan menghitung diri.
Dalam Pendengaran, penciuman, pengucapan, dan penglihatan Serta pembuangan kotoran, yang bisa membawa kepada kehinaan serendah-rendahnya, atau juga kemuliaan setingi-tingginya.
Semua tergantung pada bisakah jiwa merawat,?
menjaga dan tepat dalam mengarahkannya.?
ataukah merusak dalam tatanan tujuan keberadaannya,.?
mengabaikan, lalai dan keliru mengarahkannya...?
Lidah dan kemaluan, dua rongga utama yang menyelamatkan manusia menuju surga, sekaligus pula membinasakan dalam siksa neraka.
Keduanya tergantung kesungguhan menghitung, menimbang, dan meletakkan selurus-lurusnya di atas neraca keadilan.
Pemenuhan hak keduanya untuk diperlakukan dengan lebih baik dan lebih dekat kepada benar.
Tujuh rongga adalah tujuh keajaiban dunia,
bukan di mana-mana,?
tapi di sini, di tubuh ini.
Derajat sejati dan martabat hakiki yang manusia diukur tak hanya seputar kepala saja, namun sempat tidaknya khazanah pengetahuan mampir ke dalam dada walau beberapa saat, lalu membiarkan mengendap di dalam hati walau beberapa saat, sekedar memberi waktu diri untuk menimbang,menghitung, muhasabah, Dan menghidupkan ruhnya di dalam jiwa.
Teguran gunung, hujan dan laut, angin dan hutan, serta kemarahan alam semoga menjadi ilham.
Sudah waktunya bagi setiap jiwa melakukan perhitungan.?
sebelum catatan langit dibacakan,
ketika barisan malaikat siap menggelar sidang akbar.
Di hari itu semua manusia gulung tikar dan bangkrut, kecuali mereka yang telah terbiasa menghitung diri, Yang bermuhasabah dalam hidupnya semasa di dunia, ditanah tercinta ibu pertiwi Indonesia ini,
didalam Hadist qudsi Imam Al-Ghazali rahimallah mengatakan,
Allah SWT Berfirman :
"WAHAI MANUSIA!
BETAPA BANYAK LAMPU YANG PADAM OLEH HEMBUSAN ANGIN.
BETAPA BANYAK ORANG YANG AHLI IBADAH,
CELAKA KARENA KESOMBONGAN DAN PAMERNYA...
BETAPA BANYAK ORANG YANG KAYA,
CELAKA KARENA KEKAYAANNYA...
BETAPA BANYAK ORANG MISKIN,
CELAKA KARENA KEFAKIRANNYA...
BETAPA BANYAK ORANG YANG SEHAT,
CELAKA KARENA KESEHATANNYA...
BETAPA BANYAK ORANG YANG BERILMU,
CELAKA KARENA ILMUNYA...
BETAPA BANYAK ORANG YANG BODOH,
CELAKA KARENA KEBODOHANNYA...
ANDAIKATA TIDAK ADA ORANG-ORANG TUA YANG SELALU RUKU,
PEMUDA-PEMUDA YANG KHUSYU,
ANAK-ANAK KECIL YANG MENYUSUI, DAN BINATANG-BINATANG TERNAK YANG BERKELIARAN MENCARI RERUMPUTAN.
NISCAYA AKU AKAN MERUBAH LANGIT MENJADI BESI, BUMI MENJADI BATU LICIN YANG KERING KERONTANG, DAN DEBU MENJADI KERIKIL.
SETETES PUN TIDAK AKAN PERNAH KUTURUNKAN AIR HUJAN DARI LANGIT.
TAK SEBUTIR BIJIPUN AKAN KUTUMBUHKAN DIBUMI.
DAN SUNGGUH AKAN KUCURAHKAN SIKSA KEPADAMU "Astagfirullahaladzim",
MAKA JANGANLAH SAMPAI ENGKAU MELUPAKAN AKU.
SEBAB JIKA ENGKAU MELUPAKAN DIRI-KU, AKU AKAN MEMENUHI HATIMU DENGAN KEFAKIRAN, FISIKMU AKAN MERASA KEPAYAHAN DAN KELETIHAN, DAN DADAMU AKAN SESAK DALAM KESUSAHAN.
ANDAI SAJA ENGKAU MEMPERHATIKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH PADA USIAMU YANG MASIH TERSISA,
NISCAYA, ENGKAU TIDAK AKAN MEMBIARKAN ANGAN-ANGANMU TERUS MEMBUMBUNG, SUNGGUH HARI-HARIMU JELAS BERLALU DAN NAFASMU TELAH DITENTUKAN BATASNYA.
BERAMALLAH UNTUK KEBAIKANMU SENDIRI,, DENGAN APA YANG TERSISA DALAM HIDUPMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar