Rabu, 09 November 2016

PEMBAGIAN REZEKI DAN RAHASIA TAWAKAL

PEMBAGIAN REZEKI DAN RAHASIA TAWAKAL



Menurut Imam Al-Ghazali, tawakal itu digunakan dalam tiga tempat:
1) Tawakal kepada keputusan Allah. Maksudnya, engkau harus memiliki keyakinan penuh dan merasa puas dengan keputusan apapun dari Allah. Hukum Allah tak akan berubah, seperti yang tercantum dalam Al-Quran dan hadis.
2) Tawakal kepada pertolongan Allah. Engkau harus bersandar dan percaya penuh pada pertolongan Allah Azza wa Jalla. Jika engkau menyandarkan diri pada pertolongan Allah dalam dakwah dan perjuangan bagi agama Allah, maka Allah pasti akan menolongmu.
3) Tawakal berkaitan dengan pembagian rezeki yang diberikan oleh Allah. Engkau harus yakin bahwa Allah Azza wa Jalla akan mencukup nafkah dan keperluan kita sehari-hari.

Rasulullah SAW bersabda:
"JIka kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal kepada-Nya, niscaya Dia akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu keluar dari sarangnya di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut terisi penuh."
(HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Allah SWT berfirman:
"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya."
(QS Ath-Thalaq:3)

Imam Al-Ghazali mengatakan:
"Rezeki itu ada empat macam,
yakni rezeki yang dijamin,
rezeki yang dibagikan,
rezeki yang dimiliki,
dan rezeki yang dijanjikan oleh Allah SWT".

-Rezeki yang dijamin merujuk kepada makanan dan segala apa yang menopang tubuh dan jiwamu. Jenis rezeki seperti itu tak terkait dengan sumber-sumber lainnya di dunia. Jaminan terhadap rezeki jenis ini datang dari Allah Ta'ala. Maka, bertawakal terhadap rezeki jenis ini wajib berdasarkan dalil aqli dan syari'i. Sebab, Allah telah membebankan kita untuk mengabdi kepada-Nya dan mentaati-Nya dengan tubuh kita. Dia pasti telah menjamin apa-apa yang menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh kita agar kita dapat melaksanakan apa yang telah diperintahkan-Nya.

-Rezeki yang dibagi adalah apa yang telah dibagikan oleh Allah dan telah tertulis di Lauwhun Mahfuzh secara detail. Masing-masing dibagikan sesuai dengan kadar yang telah ditentukan dan waktu yang telah ditetapkan, tidak lebih dan tidak kurang, tidak maju dan tidak mundur dari apa yang tertulis itu.
Rasulullah SAW bersabda:
"Rezeki itu telah dibagikan dan kemudian telah diberikan semuanya. Tidaklah ketakwaan seseorang dapat menambahkannya dan tidak pula kejahatan orang yang berlaku jahat dapat menguranginya."

-Sedangkan rezeki yang dimiliki adalah harta benda dunia yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk dia miliki. Dan ini termasuk rezeki dari Allah.
Allah berfirman:
"Belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu."
(QS Al-Baqarah:254)

-Adapun rezeki yang dijanjikan adalah segala apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa dengan syarat ketakwaan, sebagai rezeki yang halal, tanpa didahului oleh usaha yang bersusah payah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan bagianya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.
(QS Ath-Thalaq : 2-3)

RABI'AH AL-ADAWIYAH

RABI'AH AL-ADAWIYAH

Rabi'ah Al-dawiyah adalah salah seorang srikandi agung dalam Islam.
Beliau terkenal dengan sifat wara' dan senantiasa menjadi rujukan golongan cerdik pandai karena beliau tidak pernah kehabisan hujjah.
Disetiap malam dalam kerinduannya pada sang Maha Pencipta,Robiah bergumam sambil bersujud, :

"Ya Allah, apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini..
Berikanlah kepada musuh-musuhMu.
Dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti...
Berikanlah pada sahabat-sahabatMu..
Karena Engkau sendiri sudah cukuplah bagiku”

“Ya Allah, semua jerih payahku dan semua hasratku diantara kesenangan-kesenangan dunia ini...
Adalah hanya sarana untuk mengingat Engkau.
Dan diakhirat nanti, diantara segala kenikmatan akhirat yang paling nikmat.......
Adalah berjumpa denganMu. Begitulah diriku, seperti yang telah kukatakan.
Kini berbuatlah sekehendak-Mu"

Selasa, 01 November 2016

Rasulullah Saw Menangisi Nasib Kaum Wanita


Rasulullah Saw Menangisi Nasib Kaum Wanita


Suatu ketika Ali bin Thalib bersama Fatimah, mendatangi Rasulullah SAW  dan melihat beliau sedang menangis. Lalu dia bertanya mengapa Rasulullah SAW menangis. Beliau menjawab; “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan sedang disiksa dengan berbagai siksaan di dalam neraka. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena menyaksikan mereka disiksa dengan sangat berat dan mengerikan.”

Putri Rasulullah SAW itu, kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan gada dari api neraka,” kata Nabi SAW.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan mahramnya.”

Perempuan yang digantung payudaranya adalah istri yang menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan mahramnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukan mahram dan dia bersolek supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan mahramnya.

Mendengar itu, Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Betapa wanita itu digambarkan sebagai tiang negara, rusak tiang, maka rusak pula negara, akhlak dan moral.

Meski demikian, laki-laki yang bermaksiat kepada Allah juga tidak sedikit yang masuk neraka. Ayah-ayah yang membiarkan anak perempuannya tidak memakai kerudung dan mengumbar aurat di depan orang lain.

Surga dan Neraka adalah soal pilihan. Tergantung bagaimana manusia menjalani hidupnya di alam jagat raya. Kalau mau selamat, maka patuhlah kepada Al-Qur`an dan hadits, balasannya adalah surga dengan segala kenikmatan di dalamnya. Kalau mau celaka dengan mendurhakai Al-Qur`an dan hadits, maka Allah sudah menyediakan penjara yang sangat mengerikan, yaitu neraka dengan api dan siksaan yang sangat pedih dan tidak terbayangkan oleh manusia sebelumnya.

Dalam sebuah hadits yang diwirayatkan oleh Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW bersabda:

“Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” (Hr. Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar (rumah) setan akan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki), dan keadaannya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah ’Azza wa Jalla) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (Hr. Ibnu Khuzaimah no. 1685, Ibnu Hibban no. 5599, dan ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath no. 2890, dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)

Tabarruj akan membawa laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Akan ada di akhir umatku (nanti) wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, di atas kepala mereka (ada perhiasan) seperti punuk unta, laknatlah mereka karena (memang) mereka itu terlaknat (dijauhkan dari rahmat Allah SWT).” (Hr. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamush Shagir hlm. 232 dinyatakan shahih sanadnya dalam kitab Ilbaabul Mar`atil Muslimah hlm. 125)

Allah ’Azza wa Jalla berfirman:

“Wahai istri-istri Nabi, tinggallah kalian di rumah-rumah kalian. Janganlah kalian keluar rumah dengan berdandan ala perempuan-perempuan jahiliah sebelum Islam datang. Laksanakanlah shalat, keluarkanlah zakat dan taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berkehendak menyelamatkan kalian dari semua perbuatan yang buruk, dan membersihkan jiwa kalian dari syirik sebersih-bersihnya.” (Qs. Al-Ahzab [33]: 33)

Allah juga berfirman:

“Wahai Nabi, perintahkanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri kaum Mukmin untuk mengenakan jilbab menutup bagian atas badan mereka dengan kain kerudung besar. Mengenakan jilbab itu membuat mereka lebih mudah dikenal sebagai perempuan shalihah dan tidak diganggu oleh laki-laki nakal. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.” (Qs. Al-Ahzaab [33]: 59)

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai anak keturunan Adam, janganlah kalian tergoda oleh setan sebagaimana setan dahulu dapat mengusir ibu bapak kalian dari surga. Setan telah memperdaya ibu bapak kalian, sehingga setan dapat menampakkan aurat mereka berdua. Setan dan kelompoknya melihat kalian dari tempat yang tidak dapat kalian lihat. Kami telah menjadikan setan-setan itu tokoh panutan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Qs. Al-A’raf [7]: 27)

Wallahu a’lam. []

Senin, 31 Oktober 2016

Keutamaan Istiqomah

Keutamaan Istiqomah

SEDIKIT ilmu yang bisa aku bagi dari pengajian iktikaf yang dibawakan oleh Ust. Ulin Nuha Al-Hafizh berkaitan dengan Istiqomah.
Orang-orang yang beriman yang senantiasa beramal shalih kemudian ia istiqomah in syaa Allah ia akan berhasil dengan kemenangan yang besar. (Lihat QS. Al-Ahzab [33] ayat 71), faqod faaza fauzan ‘azhiima.
“…Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. “ (QS. Al-Ahzab [33] : 71)
Beramalah shalihlah dan kemudian istiqomahlah. Sebagai contoh : Ketika seseorang biasa istiqomah untuk i’tikaf dan dia memulainya sejak 2013 maka istiqomahlah hingga sekarang. Contoh lain ialah bila seseorang biasa melakukan amal shalih seperti shalat malam maka berusahalah untuk istiqomah.
Sejatinya dengan istiqomah seseorang akan merasakan bahagia. Setinggi apapun cita-cita atau rintangan jika istiqomah in syaa Allah akan tercapai. Sebagai contoh menghafal Al-Qur’an dari usaha sedikit-sedikit terus akan sampai tujuan juga. Istiqomah itu nikmatnya tidak di depan namun nikmatnya diujung. Orang yang tamat itu akan merasakan bahagia dan berbeda dengan orang yang tidak tamat didalam menyelesaikan proses istiqomah.
Kisah 1,
Penulis kitab “Takrib” (Fiqh Syafi’i) yang dikarang oleh Imam Abu Syuja’. Pada umur 90 tahun dia masih bagus dan masih kukuh. Ketika ditanya kenapa engkau menjadi orang yang kuat (sehat)?. Dulu saya menjaga diriku dari kemaksiatan. Dan saya gunakan (waktuku) sebagai amal shalih. Konon, beliau bisa lomba lari dengan pemuda umur 25 tahun. Rahasianya adalah Istiqomah dalam beramal shalih
Kisah 2,
Saya (Ust. Ulin Nuha) pernah mensholati seorang penjahat (dimulai dari narkoba kemudian dia mabuk-mabukan dan menjadi pembunuh). Dia ditangkap kemudian dimasukan ke penjara. Selama dipenjara dia benar-benar taubatan nasuha. Disana dia mulai dan rutin shalat 5 waktu serta rajin membaca Al-Qur’an. Diakhir hidupnya, dia terserang sakit kemudian saya menengoknya. Tidak bisa masuk keruangan ICU. Pada saat meninggal dunia para warga ada sebagian orang yang tidak mau menshalati. Tapi, ‘kan saya tahu maka saya shalati. Al-hasil, kesimpulan kami amal sedikit bila ia betul-betul maka akan menjadi luar biasa dia taubat dan berjuang dengan amal shalih hingga akhir.
Kisah 3,
Ada pemuda yang shalih dan pemudi yang shalihah. Pemuda ini mengkhitbah pemudi ini sebelum pernikahan. Pemuda ini memiliki rumah yang akan ditempati mereka berdua. Pemuda itu kemudian mengajak pemudi sebelum pernikahan untuk melihat rumah yang akan ditempati mereka berdua, namun diajak dari sanak keluarga untuk menemani mereka melihat rumah itu pada pergi keluar. Akhirnya mereka berdua menuju ke rumah itu dengan menggunakan mobil. Singkatnya, Di kamar mandi pemudi lagi mandi dan disana ada kecoa. Dan si pemuda itu datang menghampiri. Dan syaitan menghembuskan was-was kemudian mereka akhirnya berzina. Menjelang pulang hati pemuda yang sedang menyetir mobil itu was-was dan terjadi kecelakaan. Pemuda itu mati dan pemudinya masih hidup. Pemudi itu akhirnya dinyatakan mengandung dan hamil dari hasil berzina.
Dari kisah ini maka penting bagi kita untuk senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan menghindarkan diri kita dari keburukan.
Keutamaan Istiqomah,
1. Rizki barokah dan tercukupi
“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). “ (QS. Al-Jin [72] : 16)
2. Di akhirat, diberi kemudahan dalam sakaratul maut.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. “ (QS. Fushshilat [41] : 30)
Ayat ini berkaitan dengan sakaratul maut menurut Ibnu Katsir.
3. Ketika masuk alam kubur dan akan dibangkitkan dan dia dijamin masuk surga.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. “ (QS. Hud [11] : 23)
Marilah kita senantiasa berdzikir, berdoa dan selalu bersama orang-orang yang shalih. Sekali berkawan dengan orang yang tidak shalih akan berbahaya. Sebagaimana kisah berikut,
Kisah 4,
Ada seorang yang shalih. Gara-gara hanya memiliki satu saja teman yang salah pergaulan saja. Teman tersebut mengajaknya merokok dan hingga akhirnya ia terjerumus pada hal-hal yang salah.
Kisah 5,
Seorang yang shalih betul. Dia senantiasa di Kapal pesiar. Dia senantiasa mengajak penumpang kapal untuk senantiasa shalat 5 waktu. Ada salah satu orang yang mengajaknya untuk melihat “indahnya dunia”. Akhirnya, orang shalih itu terjerumus temannya dalam pergaulan bebas dan sampai terkena AIDS. Beginilah beratnya kalau mempunyai teman-teman yang menggoda laksana syaitan.

KELALAIAN DIRI


KELALAIAN DIRI


Penghancur punggungku di dunia ini ada dua orang yaitu:
1). orang yang pandai berbicara namun dirinya seorang yang fasik,
2). Dan seorang yang bodoh, namun selalu tekun beribadah. Yang satu akan membelakefasikannya dengan lidahnya sedang yang lain akan membela kebodohannya dengan ibadahnya. Hati-hatilah dari para cerdik pandai ( ulama ) yang fasik dan para ahli ibadah yang bodoh. Karena mereka adalah sebesar-besar fitnah bagi setiap orang yang mudah terpedaya.
Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Wahai Ali ! Hancurnya umatku adalah ditangan orang-orang munafik yang pandai berbicara."
(Ali bin abi tholib Karamallah)

Allah SWT Berfirman :
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan (Qs Al'isra:36)

Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda:
"Akan keluar pada akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian di hadapan orang lain dengan pakaian yang diperbuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan perkataan mereka lebih manis daripada gula, padahal hati mereka adalah hati serigala.
Allah SWT berfirman kepada mereka:
"Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu? Ataukah kamu terlalu berani berbohong kepadaKu? Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendekiawan) pun akan menjadi bingung"
(HR Tirmizi)

Allah SWT berfirman :
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman.
(QS.Saba: 20)

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,
dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?,
(QS.Asy Syua'raa 221-226)

Minggu, 30 Oktober 2016

MOTIVASI

YANG TERSISA...

Hari-hari telah berlalu..
Tahun demi tahun pun berlalu..
Yang tersisa hanyalah apa yang pernah Anda amalkan pada waktu-waktu tersebut..

Baik amal kebajikan.. Ataupun keburukan..

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa saja yang mengerjakan kebaikan sebesar biji sawi ia akan menuai balasannya." (Qs. Al-Zalzalah 7)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Dan barang siapa bila ia melakukan keburukan sebesar biji sawi pun ia akan menuai balasannya.” (Qs. Al-Zalzalah 8)

Dr. Khalid Al Mushlih

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Hasyr 18)


Semoga renungan ini bermanfaat..

Sabtu, 29 Oktober 2016

hikmah iman dari hari hari akhir

Keyakinan kepada hari akhirat akan memberikan beberapa hikmah kepada orang yang mengimaninya, sebagai berikut :

1. Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (yang tidak beriman).

"Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya." (QS 3:196-197)

Allah SWT telah memperingatkan kita supaya tidak terpedaya dan ikut-ikutan gaya hidup orang kafir, yang penuh dengan kebebasan (foya-foya, dugem, mabok, free sex, dll). Itu adalah kesenangan sementara saja, selama hidup didunia. Tetapi akibatnya ditanggung selama-lamanya didalam neraka jahanam. Naudzubillahi min dzaalik.

2. Selalu beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan.

Orang yang beriman dengan adanya hari akhir yakin dan mengharap akan bertemu dengan Allah, oleh karena itu dia akan selalu berusaha beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Sehingga ketika menemui-Nya dalam keadaan siap.

"... Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman." (QS 2:223)

"... Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya".(QS 18:110)

3. Selalu berbuat baik dan benar.

Orang yang beriman kepada hari akhir akan selalu berbuat baik dan benar dalam hidupnya.

"Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.
" (QS 2:123)

Mengapa harus baik dan benar? Karena perbuatan baik belum tentu benar, tetapi perbuatan benar sudah pasti baik. Misalnya, perbuatan menolong orang adalah baik, tetapi belum tentu benar. Menolong orang dalam rangka apa? Apakah menolong dalam rangka kebaikan dan takwa, atau dalam rangka dosa. Menolong orang berbuat dosa atau jahat adalah tidak benar dan tidak dibenarkan dalam Islam.

"... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS 5:2)

Bukan hanya harus melakukan perbuatan baik dan benar, perkataan pun harus baik dan benar, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berhata benar atau diam." (HR Bukhari dan Muslim)

4. Mau berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan harta.

Berjihad bagi orang yang beriman kepada hari akhir adalah sebuah kemestian, karena jihad dengan jiwa dan harta merupakan jual beli seorang mukmin dengan Allah, serta merupakan pembenaran atas keimanannya.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS 9:111)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar." (QS 49:15)

5. Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq.

Ketika seseorang beriman kepada hari akhir, ia akan selalu berinfak dijalan Allah dengan tidak kikir. Karena ia tahu akibat kikir terhadap hartanya itu dikemudian hari, serta ia tahu pahala yang berlipat ganda yang diterimanya bila ia berinfak dijalan Allah SWT.

"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS 3:180)

"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang "mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang." (QS 104:1-9)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS 2:261-262)

6. Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah.

Ketika keimanan kepada hari akhir tertanam dalam hati, maka orang itu akan selalu sabar dalam kebaikan dan dalam keadaan apapun. Meskipun musibah menimpa dirinya, ia akan tetap sabar bahkan meningkatkan kesabarannya.

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS 3:200)

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun."
 (QS 2:155-156)

Ia tahu bahwa dunia ini hanya sementara, semua akan mati. Penderitaan didunia hanyalah sementara, segala sesuatu akan disempurnakan diakhirat nanti, sebagaimana firman Allah SWT:

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS 3:185)