Senin, 31 Oktober 2016

Keutamaan Istiqomah

Keutamaan Istiqomah

SEDIKIT ilmu yang bisa aku bagi dari pengajian iktikaf yang dibawakan oleh Ust. Ulin Nuha Al-Hafizh berkaitan dengan Istiqomah.
Orang-orang yang beriman yang senantiasa beramal shalih kemudian ia istiqomah in syaa Allah ia akan berhasil dengan kemenangan yang besar. (Lihat QS. Al-Ahzab [33] ayat 71), faqod faaza fauzan ‘azhiima.
“…Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. “ (QS. Al-Ahzab [33] : 71)
Beramalah shalihlah dan kemudian istiqomahlah. Sebagai contoh : Ketika seseorang biasa istiqomah untuk i’tikaf dan dia memulainya sejak 2013 maka istiqomahlah hingga sekarang. Contoh lain ialah bila seseorang biasa melakukan amal shalih seperti shalat malam maka berusahalah untuk istiqomah.
Sejatinya dengan istiqomah seseorang akan merasakan bahagia. Setinggi apapun cita-cita atau rintangan jika istiqomah in syaa Allah akan tercapai. Sebagai contoh menghafal Al-Qur’an dari usaha sedikit-sedikit terus akan sampai tujuan juga. Istiqomah itu nikmatnya tidak di depan namun nikmatnya diujung. Orang yang tamat itu akan merasakan bahagia dan berbeda dengan orang yang tidak tamat didalam menyelesaikan proses istiqomah.
Kisah 1,
Penulis kitab “Takrib” (Fiqh Syafi’i) yang dikarang oleh Imam Abu Syuja’. Pada umur 90 tahun dia masih bagus dan masih kukuh. Ketika ditanya kenapa engkau menjadi orang yang kuat (sehat)?. Dulu saya menjaga diriku dari kemaksiatan. Dan saya gunakan (waktuku) sebagai amal shalih. Konon, beliau bisa lomba lari dengan pemuda umur 25 tahun. Rahasianya adalah Istiqomah dalam beramal shalih
Kisah 2,
Saya (Ust. Ulin Nuha) pernah mensholati seorang penjahat (dimulai dari narkoba kemudian dia mabuk-mabukan dan menjadi pembunuh). Dia ditangkap kemudian dimasukan ke penjara. Selama dipenjara dia benar-benar taubatan nasuha. Disana dia mulai dan rutin shalat 5 waktu serta rajin membaca Al-Qur’an. Diakhir hidupnya, dia terserang sakit kemudian saya menengoknya. Tidak bisa masuk keruangan ICU. Pada saat meninggal dunia para warga ada sebagian orang yang tidak mau menshalati. Tapi, ‘kan saya tahu maka saya shalati. Al-hasil, kesimpulan kami amal sedikit bila ia betul-betul maka akan menjadi luar biasa dia taubat dan berjuang dengan amal shalih hingga akhir.
Kisah 3,
Ada pemuda yang shalih dan pemudi yang shalihah. Pemuda ini mengkhitbah pemudi ini sebelum pernikahan. Pemuda ini memiliki rumah yang akan ditempati mereka berdua. Pemuda itu kemudian mengajak pemudi sebelum pernikahan untuk melihat rumah yang akan ditempati mereka berdua, namun diajak dari sanak keluarga untuk menemani mereka melihat rumah itu pada pergi keluar. Akhirnya mereka berdua menuju ke rumah itu dengan menggunakan mobil. Singkatnya, Di kamar mandi pemudi lagi mandi dan disana ada kecoa. Dan si pemuda itu datang menghampiri. Dan syaitan menghembuskan was-was kemudian mereka akhirnya berzina. Menjelang pulang hati pemuda yang sedang menyetir mobil itu was-was dan terjadi kecelakaan. Pemuda itu mati dan pemudinya masih hidup. Pemudi itu akhirnya dinyatakan mengandung dan hamil dari hasil berzina.
Dari kisah ini maka penting bagi kita untuk senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan menghindarkan diri kita dari keburukan.
Keutamaan Istiqomah,
1. Rizki barokah dan tercukupi
“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). “ (QS. Al-Jin [72] : 16)
2. Di akhirat, diberi kemudahan dalam sakaratul maut.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. “ (QS. Fushshilat [41] : 30)
Ayat ini berkaitan dengan sakaratul maut menurut Ibnu Katsir.
3. Ketika masuk alam kubur dan akan dibangkitkan dan dia dijamin masuk surga.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. “ (QS. Hud [11] : 23)
Marilah kita senantiasa berdzikir, berdoa dan selalu bersama orang-orang yang shalih. Sekali berkawan dengan orang yang tidak shalih akan berbahaya. Sebagaimana kisah berikut,
Kisah 4,
Ada seorang yang shalih. Gara-gara hanya memiliki satu saja teman yang salah pergaulan saja. Teman tersebut mengajaknya merokok dan hingga akhirnya ia terjerumus pada hal-hal yang salah.
Kisah 5,
Seorang yang shalih betul. Dia senantiasa di Kapal pesiar. Dia senantiasa mengajak penumpang kapal untuk senantiasa shalat 5 waktu. Ada salah satu orang yang mengajaknya untuk melihat “indahnya dunia”. Akhirnya, orang shalih itu terjerumus temannya dalam pergaulan bebas dan sampai terkena AIDS. Beginilah beratnya kalau mempunyai teman-teman yang menggoda laksana syaitan.

KELALAIAN DIRI


KELALAIAN DIRI


Penghancur punggungku di dunia ini ada dua orang yaitu:
1). orang yang pandai berbicara namun dirinya seorang yang fasik,
2). Dan seorang yang bodoh, namun selalu tekun beribadah. Yang satu akan membelakefasikannya dengan lidahnya sedang yang lain akan membela kebodohannya dengan ibadahnya. Hati-hatilah dari para cerdik pandai ( ulama ) yang fasik dan para ahli ibadah yang bodoh. Karena mereka adalah sebesar-besar fitnah bagi setiap orang yang mudah terpedaya.
Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Wahai Ali ! Hancurnya umatku adalah ditangan orang-orang munafik yang pandai berbicara."
(Ali bin abi tholib Karamallah)

Allah SWT Berfirman :
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan (Qs Al'isra:36)

Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda:
"Akan keluar pada akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian di hadapan orang lain dengan pakaian yang diperbuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan perkataan mereka lebih manis daripada gula, padahal hati mereka adalah hati serigala.
Allah SWT berfirman kepada mereka:
"Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu? Ataukah kamu terlalu berani berbohong kepadaKu? Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendekiawan) pun akan menjadi bingung"
(HR Tirmizi)

Allah SWT berfirman :
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman.
(QS.Saba: 20)

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,
dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?,
(QS.Asy Syua'raa 221-226)

Minggu, 30 Oktober 2016

MOTIVASI

YANG TERSISA...

Hari-hari telah berlalu..
Tahun demi tahun pun berlalu..
Yang tersisa hanyalah apa yang pernah Anda amalkan pada waktu-waktu tersebut..

Baik amal kebajikan.. Ataupun keburukan..

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa saja yang mengerjakan kebaikan sebesar biji sawi ia akan menuai balasannya." (Qs. Al-Zalzalah 7)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Dan barang siapa bila ia melakukan keburukan sebesar biji sawi pun ia akan menuai balasannya.” (Qs. Al-Zalzalah 8)

Dr. Khalid Al Mushlih

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Hasyr 18)


Semoga renungan ini bermanfaat..

Sabtu, 29 Oktober 2016

hikmah iman dari hari hari akhir

Keyakinan kepada hari akhirat akan memberikan beberapa hikmah kepada orang yang mengimaninya, sebagai berikut :

1. Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (yang tidak beriman).

"Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya." (QS 3:196-197)

Allah SWT telah memperingatkan kita supaya tidak terpedaya dan ikut-ikutan gaya hidup orang kafir, yang penuh dengan kebebasan (foya-foya, dugem, mabok, free sex, dll). Itu adalah kesenangan sementara saja, selama hidup didunia. Tetapi akibatnya ditanggung selama-lamanya didalam neraka jahanam. Naudzubillahi min dzaalik.

2. Selalu beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan.

Orang yang beriman dengan adanya hari akhir yakin dan mengharap akan bertemu dengan Allah, oleh karena itu dia akan selalu berusaha beramal sholeh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Sehingga ketika menemui-Nya dalam keadaan siap.

"... Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman." (QS 2:223)

"... Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya".(QS 18:110)

3. Selalu berbuat baik dan benar.

Orang yang beriman kepada hari akhir akan selalu berbuat baik dan benar dalam hidupnya.

"Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.
" (QS 2:123)

Mengapa harus baik dan benar? Karena perbuatan baik belum tentu benar, tetapi perbuatan benar sudah pasti baik. Misalnya, perbuatan menolong orang adalah baik, tetapi belum tentu benar. Menolong orang dalam rangka apa? Apakah menolong dalam rangka kebaikan dan takwa, atau dalam rangka dosa. Menolong orang berbuat dosa atau jahat adalah tidak benar dan tidak dibenarkan dalam Islam.

"... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS 5:2)

Bukan hanya harus melakukan perbuatan baik dan benar, perkataan pun harus baik dan benar, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berhata benar atau diam." (HR Bukhari dan Muslim)

4. Mau berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan harta.

Berjihad bagi orang yang beriman kepada hari akhir adalah sebuah kemestian, karena jihad dengan jiwa dan harta merupakan jual beli seorang mukmin dengan Allah, serta merupakan pembenaran atas keimanannya.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS 9:111)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar." (QS 49:15)

5. Tidak bakhil (kikir) dalam berinfaq.

Ketika seseorang beriman kepada hari akhir, ia akan selalu berinfak dijalan Allah dengan tidak kikir. Karena ia tahu akibat kikir terhadap hartanya itu dikemudian hari, serta ia tahu pahala yang berlipat ganda yang diterimanya bila ia berinfak dijalan Allah SWT.

"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS 3:180)

"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang "mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang." (QS 104:1-9)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS 2:261-262)

6. Memiliki kesabaran dalam kebenaran dan ketika tertimpa musibah.

Ketika keimanan kepada hari akhir tertanam dalam hati, maka orang itu akan selalu sabar dalam kebaikan dan dalam keadaan apapun. Meskipun musibah menimpa dirinya, ia akan tetap sabar bahkan meningkatkan kesabarannya.

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS 3:200)

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun."
 (QS 2:155-156)

Ia tahu bahwa dunia ini hanya sementara, semua akan mati. Penderitaan didunia hanyalah sementara, segala sesuatu akan disempurnakan diakhirat nanti, sebagaimana firman Allah SWT:

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS 3:185)

TANDA TANDA AKHIR ZAMAN


TANDA TANDA AKHIR ZAMAN




Jumat, 28 Oktober 2016

MOTIVASI



JANGAN PERNAH BERSEDIH, ALLAH BERSAMA KITA

Saudaraku dengarlah ini..
Demi Allah engkau mungkin bahagia di pagi hari..
Tetapi sore hari engkau malah terkena musibah...
Hari ini engkau bahagia..
Bisa jadi esok justru engkau menangis...

Subhanallah, inilah dunia..
Dunia ini adalah sebuah tempat dimana yang sehari membuatmu tertawa dan esok membuatmu menangis...

Saat seperti itu apa yang harus engkau lakukan?
Saat engkau sedang diuji sakit..
Saat engkau gundah karena memikirkan hutang yang bertumpuk..
Saat diuji dengan meninggalnya orang-orang yang kita sayangi..
Saat ada permasalahan dengan orang terdekat(suami/istri)..
Bahkan saat engkau gundah, gelisah dan putus asa karena dosa yang pernah dilakukan..

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَ

"Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (Qs. At Taubah 40)

Seorang muslim yang bertauhid, selama dahi masih menempel di tanah, maka jangan pernah takut! Selama dahimu menempel di tanah jangan takut apapun!

Wahai saudaraku, ingatlah ini..
"Sesungguhnya jarak antara masalahmu dan jalan keluar,seperti jarak antara dahimu dan bumi (tanah)"

Semua jalan keluar dan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam datang dengan sujud..

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

"Maka sujudlah dan mendekatlah." (Qs Al-'Alaq 19)

Jika demikian apa solusinya?
Apa jalan keluarnya dari permasalahan dan kesedihan yang menghimpit?
Solusinya adalah perbanyak sujud (shalat)..

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ

"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang-orang yang SUJUD (sholat)." (Qs. Al-Hijr 98)


أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

"Keadaan paling dekat seorang hamba dari rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (didalamnya ketika sujud).” (HR. Muslim)

Sujudlah.. Sujudlah..
dan perbanyaklah do'a didalamnya..
Lakukanlah dengan penuh penghambaan karenaNya..
Maka niscaya Dia akan mudahkan jalan keluar dari setiap permasalahanmu dan pula kesedihanmu..

Abdullah bin Suyitno 

MOTIVASI

~KETIKA... Aku takut MEMBERI... Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki adalah PEMBERIAN Allah SWT

~KETIKA... Aku ingin jadi yang TERKUAT... Aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN... Allah SWT memberikan aku KEKUATAN.

~KETIKA... Aku takut RUGI... Aku lupa, bahwa HIDUPKU... Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN karena AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah... ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

~BUKAN... karena hari ini INDAH kita BAHAGIA... Tetapi karena kita BAHAGIA... maka hari ini menjadi INDAH.

~BUKAN... karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS... Tetapi karena kita OPTIMIS... RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

~BUKAN... karena MUDAH kita YAKIN BISA... Tetapi karena kita YAKIN BISA... semuanya menjadi MUDAH.

~BUKAN... karena semua BAIK kita TERSENYUM... Tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT

~BILA... kita tidak dapat menjadi jalan besar... cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.

~BILA... kita tidak dapat menjadi matahari... cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.

~BILA... kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang... berdoalah untuknya.

semoga lelah aktivitas kita mendapat keberkahan Allah Subhanahu Wa Taala. Aamiin

motivasi

Ya Allah...

berilah aku petunjuk di antara
orang-orang yang Engkau beri petunjuk,

berilah aku keselamatan di antara
orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan,

uruslah diriku di antara
orang-orang yang telah Engkau urus,

berkahilah untukku apa yang
telah Engkau berikan kepadaku,

lindungilah aku dari keburukan apa yang
telah Engkau tetapkan,

sesungguhnya Engkau Yang memutuskan
dan tidak diputuskan kepadaku,

sesungguhnya tidak akan hina orang yang
telah Engkau jaga dan Engkau tolong.

Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi.

[HR. Abu Dawud, An-Nasai dan At-Tirmidzi]

Kamis, 27 Oktober 2016


MENGINGAT NIKMAT-NIKMAT ALLAH.


Baginda Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda :

تفكروا في آلاء الله ، ولا تفكروا في الله

Berfikirlah tentang Nikmat-nikmat Allah dan Jangan berfikir tentang Dzat Allah.

(HR. At-thabrani dalam kitab Al-awshat dan Imam Baihaqi dalam Kitabnya Assyu'bu)

Hal yang berulang-ulang terjadi siang dan malam pada seorang Muslim adalah beberapa Tanda-tanda Nikmat yang ada pada dirinya.

Betapa banyak nikmat keadaan kondisinya. betapa banyak pemandangan yang di lihat dan di dengarnya siang dan malam
Hal itu semestinya di fikirkan dan Renungi Nikmat-nikmat yang ada pada dirinya , Serta memujilah kepada Allah atas nikmat-nikmat itu.

Adakah engkau Rasakan nikmat Allah yang ada pada diri mu Ketika engkau pergi menuju ke masjid?

Bagaimana orang yang ada di sekitarmu Terhalang Dari Nikmat itu? Terlebih Pada Shalat Subuh, Saat engkau melihat beberapa Rumah Orang-orang islam sedang Ternyenyak Pulas Tidur seolah-olah mereka mati.

Adakah Engkau Rasakan Nikmat-Nikmat Allah yang ada pada dirimu, Saat engkau berjalan-jalan engkau Saksikan bermacam-macam pemandangan yang beragam, Terjadi kecelakaan Mobil, dan dalam Mobil nya terdengar suara setan yang sangat keras (yaitu nyanyian). Dan sebagai nya !

Adakan engkau Rasakan Nikmat Allah yang ada pada Dirimu. Saat engkau membaca surat Kabar Dunia, Kabar kelaparan, Banjir, penyakit yang menyebar, Kecelakaan, Gempa bumi, peperangan, dan pengusiran.

Seorang Hamba yang Mendapat Taufik, Tak akan hilang dari Hati, Jiwa, dan Perasaan nya tentang Nikmat-nikmat Yang Allah anugerahkan kepada Dirinya dalam setiap Kondisi, setiap pemandangan, senantiasa ternaungi Oleh Memuji kepada Allah, bersyukur kepada nya, atas Nikmat-nikmat yang ada Pada Dirinya. Agama, kesihatan, Kesejahteraan, keselamatan dari kejahatan.

Dalam Sebuah Hadist Di sebutkan, Bersabda Baginda Nabi Shallallahu alaihi Wa sallam .

من رأى مبتلى فقال : الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاك به وفضلني على كثيرٍ ممن خلق تفضيلاً ، لم يصبه ذلك البلاء

Barangsiapa yang melihat orang lain tertimpa musibah hendaknya ia berdoa
"segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan.

Niscaya ia tak akan di timpa Musibah tersebut.

Cemburu pada Rezeki Orang


Tak perlulah cemburu pada rezeki orang karena rezeki kita masing-masing sudah dibagi dengan begitu adilnya oleh Allah.
Allah Ta’ala berfirman,

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ”
(QS. Az-Zukhruf: 32)

Allah membagi rezeki itu begitu adil. Kenapa kita mesti cemburu pada rezeki orang lain?

Imam Ghazali rahimahullah menyebutkan fawaid dari nasihat Hatim Al-Asham:
Aku melihat manusia saling mencela dan saling membicarakan jelek (ghibah) satu dan lainnya. Aku dapati bahwa itu termasuk HASAD (cemburu atau iri) dalam harta, kedudukan dan pengetahuan.
Aku kemudian renungkan firman Allah Ta’ala (yang artinya),
“Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32)

Aku sadari bahwa pembagian tersebut sudah ditentukan oleh Allah sejak takdir yang dahulu ada.

Kenapa aku mesti HASAD (cemburu) pada rezeki orang lain?

Itulah yang membuatku tetap ridha pada pembagian Allah.

Semoga renungan ini bisa menjadi pengingat buat kita semua.